18 Cara Mempromosikan Tempat Wisata Desa dan Daerah

cara mempromosikan tempat wisata

Kunci sukses komunitas pengembang wisata ternyata tak hanya terletak pada kualitas tempat wisata, tapi juga dilihat dari cara promosi yang dijalankan. Bahkan sebagus apapun tempat wisata tersebut, tak kan dikenali orang tanpa didukung strategi promosi yang efektif. Tidaklah heran jika banyak pengembang wisata yang rela menggelontorkan dana yang tak sedikit hanya untuk keperluan promosi.

Tetapi untuk kamu yang masih awam dalam hal marketing tempat wisata, tak perlu sampai menghabiskan dana sampai berdarah-darah untuk memikat calon pengunjung. Sebab, cara promosi tempat wisata, tidak selamanya membutuhkan biaya besar. Kamu yang memiliki dana terbatas sekalipun juga bisa menyusun strategi promosi untuk mendongkrak pengunjung wisata daerah maupun desa yang dikelola.

Cara Mempromosikan Tempat Wisata Desa

Sebagai tambahan informasi, berikut kami informasikan 18 cara promosi cerdas, bahkan nyaris tanpa biaya sedikitpun yang bisa kamu jalankan agar tempat wisata memikat banyak pengunjung.

READ  Makanan Khas Malang yang Wajib Anda Coba

1. Menyusun daftar rencana promosi

Pertama, susunlah rencana promosi untuk menarik pengunjung,  mulai dari tujuan promosi, target pengunjung, nilai lebih tempat wisata yang akan ditawarkan, besaran anggaran dana yang digunakan, serta buatlah daftar kegiatan promosi untuk mengenalkan tempat wisata kepada pengunjung.

2. Tentukan konsep promosi sebelum membangun tempat wisata

Sebelum memulai pengembangan tempat wisata baru, cari tahu mengenai besarnya minat pengunjung untuk mengeksplore. Selanjutnya tentukan konsep promosi yang diinginkan, bila perlu tambahkan logo atau slogan khusus pada tempat wisata tersebut agar pengunjung selali ingat dengan tempat wisata yang dibuat.

3. Pilih sasaran pengunjung yang relevan

Jika anggaran terbatas, sebaiknya fokuskan target pasar tempat wisata kamu kepada suatu komunitas atau kelompok tertentu yang memiliki kebutuhan sesuai dengan tempat wisata yang dibuat. Bila tempat wisata kamu sudah mulai berkembang dan dikenal masyarakat, kamu dapat memperluas sasaran pasar.

4. Fokus kepada pengunjung

Bantu pengunjung untuk menyelesaikan masalah mereka, jadi yakinkan pengunjung dengan memberikan informasi bagaimana tempat wisata yang dikembangkan bermanfaat untuk mereka.

5. Penuhi permintaan pengunjung

Pengunjung merupakan orang yang paling tahu kebutuhan apa yang mereka inginkan, oleh karena itu dengarkan permintaan mereka dan penuhi dengan menciptakan sopot wisata yang diinginkan pengunjung. Agar tempat wisata yang kamu ciptakan sesuai dengan permintaan pengunjung saat ini.

6. Berikan informasi gratis

Berikan informasi gratis yang berhubungan dengan tempat wisata yang dibuat, misalnya dengan memberikan brosur, surat, atau menyajikan website yang memberikan informasi gratis dengan berita up to date, bila perlu kirimkan sms untuk menginformasikan promosi terbaru dari tempat wisata yang dibuat.

READ  Makanan Khas Malang yang Wajib Anda Coba

7. Gunakanan online marketing

Promosi bisa dilakukan dengan mengirimkan email kepada para pengunjung sebagai bentuk  berkomunikasi. Bisa juga dengan membuat grup melalui facebook atau twitter, sehingga pengunjung mengetahui informasi tempat wisata yang dibuat melalui internet, yang dapat menjangkau pengunjung lokal maupun internasional.

8. Manfaatkan relasi media

Usahakan agar tempat wisata yang dibuat dimuat di media massa atau elektronik, sehingga informasi tempat wisata tersebut dapat tersebar luas dengan gratis. Terutama bagi tempat wisata kecil menengah, dan masih dalam tahap pengembangan, banyak media yang ingin meliputnya. Perluas jaringan kamu dengan mencari relasi media yang bisa diajak kerjasama untuk mempromosikan tempat wisata yang dibuat.

9. Masuklah ke dalam komunitas

Media komunitas menjadi pilihan tepat bagi tempat wisata dalam taap pengembangan yang memiliki dana terbatas, untuk mempromosikan tempat wisata. Jika kamu promosikan tempat wisata pada komunitas , maka tidak diperlukan lagi biaya iklan.

10. Memasang papan iklan

Papan iklan di lokasi strategis, merupakan alat promosi yang bagus. Karena mudah dilihat dan dibaca orang yang melewati lokasi tersebut.

11. Lakukan hal kecil yang berdampak besar

Hal kecil seperti memberi senyuman, salam, kamar mandi yang bersih, kartu nama yang menarik, serta kebersihan lokasi tempat wisata ternyata mempengaruhi image pengunjung terhadap tempat wisata yang ditawarkan.

12. Berikan hadiah untuk pengunjung

Tidak perlu hadiah mahal, hadiah seperti tiket gratis, atau softdrink gratis, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk berkunjung ke tempat witasa yang dibuat. Sehingga mereka tidak segan untuk kembali mengunjungi tempat wisata tersebut.

READ  Makanan Khas Malang yang Wajib Anda Coba

13. Gunakan strategi word of mouth

Promosi paling efektif adalah promosi melalui mulut ke mulut. Dengan memberikan informasi yang mengena pada pengunjung, mereka akan meneruskan informasi tersebut kepada orang lain. Sehingga informasi tempat wisata akan tersebar di kalangan masyarakat.

14. Hindari meniru gaya promosi

Hindari pengunaan strategi promosi yang sudah sering digunakan untuk tempat wisata yang sudah ada. Usahakan cari strategi yang belum pernah digunakan dan memicu rasa penasaran pengunjung untuk mengunjungi tempat wista baru tersebut.

15. Jangan menganggap tempat wisata lain sebagai pesaing

Selain memberikan dampak negatif, bersaing dengan competitor hanya akan menghabiskan banyak biaya dan hanya akan menjadi persaingan harga tiket pada nantiya. Sehingga pengunjung akan berpindah ke tempat wisata lain yang biaya masu.

16. Promosi silang (Cross-promote)

Masukan promosi tempat wisata terbaru yang siap dilaunching, pada setiap kegiatan promosi yang kamu lakukan. Sehingga dalam satu kali kegiatan promosi, bisa menginformasikan tempat wisata yang kamu miliki semaksimal mungkin.

17. Iklan alternatif akhir

Iklan bukan strategi pokok dalam promosi, karena biasanya memakan banyak biaya. Bila dana terbatas, usahakan untuk memilih tempat iklan yang tepat pada sasaran pasar yang kamu bidik, agar biaya yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

18. Menunggu hasil

Yang terakhir sabar menunggu hasil, karena pengunjung merupakan kegiatan yang berkelanjutan. Jadi tidak bisa langsung memberikan hasil saat promosi berlangsung, hasilnya baru terlihat setelah promosi selesai. Beri waktu bagi calon pengunjung untuk menilai tempat wisata yang dibuat, dan biarkan waktu yang bekerja untuk pengunjung nantinya akan datang dengan sendirinya.